batik mahkota laweyan

Batik Mahkota Laweyan Solo: Gue Bawa Tamu Batik Class, Gak Nyangka Sesenang Ini ya!

Ikut batik class di Batik Mahkota Laweyan Solo bareng tamu bikin gue sadar, prosesnya nggak mudah. Dari canting sampai jadi karya sendiri.

Hari itu gue hampir telat.

Bukan karena macet.

Tapi karena tamu gue terlalu lama sarapan.

Gue udah deg-degan sendiri karena mereka punya program batik class di Batik Mahkota Laweyan, dan workshop biasanya mulai tepat waktu.

Begitu sampai di kawasan Laweyan, suasananya masih adem. Lorongnya tenang. Bangunan tuanya berdiri anggun.

Tamu gue masih santai.

Gue yang panik.

Ternyata… kelasnya belum mulai.

Dan gue bisa napas lagi.


Begitu masuk area Batik Mahkota Laweyan Solo, suasananya beda dari sekadar toko. Ada ruang khusus workshop. Meja panjang. Kain putih sudah dibentangkan.

Canting sudah siap.

Malam sudah dipanaskan.

Dan tamu gue mendadak diam.

Kayak anak sekolah hari pertama.


Kenapa Harus ke Batik Mahkota Laweyan?

Gue udah beberapa kali bawa tamu ke sini.

Biasanya cuma lihat-lihat.

Belanja.

Foto.

Selesai.

Tapi kali ini beda.

Karena mereka nggak cuma datang buat lihat. Mereka datang buat bikin batik sendiri.

Dan di situ gue sadar kenapa Batik Mahkota Laweyan itu spesial.

Bukan cuma jual produk.

Tapi ngajarin prosesnya.

Dari awal sampai akhir.

Bukan gimmick.

Bukan sekadar foto pegang canting terus selesai.

Beneran proses.

batik class mahkota laweyan

Workshop dimulai dengan penjelasan singkat.

Tentang sejarah Laweyan.

Tentang filosofi motif.

Tentang kenapa satu titik kecil itu bisa menentukan hasil akhir.

Tamu gue yang tadinya ribut, langsung fokus.

Dan gue cuma senyum lihat mereka serius banget.


Prosesnya pelan.

Banget.

Pertama, gambar pola di kain.

Lalu mulai mencanting.

Dan di sinilah drama dimulai.

Karena pegang canting itu nggak semudah kelihatannya.

See also  Explore Pasar Triwindu Solo, Barang Antik Jaman Perang Dunia Pun Ada!!

Tangan harus stabil.

Malam harus pas suhunya.

Kalau terlalu panas, bleber.

Kalau terlalu dingin, mampet.

Tamu gue sempat panik.

“Lho kok bocor?”

Gue ketawa.

Karena itu bagian dari proses.


Batik Mahkota Laweyan Solo dan Pengalaman Batik Class yang Bikin Gue Ikut Terharu

Proses batik class di Batik Mahkota Laweyan Solo

Gue berdiri agak jauh.

Nggak ikut bikin.

Tapi ngeliatin mereka satu-satu.

Ada yang terlalu hati-hati.

Ada yang terlalu pede.

Ada yang akhirnya menyerah dan minta bantuan instruktur.

Dan instruktur di Batik Mahkota Laweyan sabar banget.

Nggak ada nada menggurui.

Semua dibimbing pelan.

Dari cara pegang canting sampai cara meniup ujungnya biar malam nggak numpuk.


Setelah selesai mencanting, masuk tahap pewarnaan.

Di sini makin seru.

Karena warna yang dipilih kadang nggak sesuai ekspektasi awal.

Ada tamu gue yang awalnya pengen warna soft, eh malah jadi kontras.

Tapi justru itu yang bikin hasilnya unik.

Dan gue lihat ekspresi mereka berubah.

Dari tegang.

Jadi excited.


Batik Mahkota Laweyan Foto

Bagian favorit gue pas lagi bikin batik di https://batikmahkotalaweyan.com/?

Saat hasilnya mulai terlihat.

Setelah proses pewarnaan dan pelorodan (menghilangkan malam), motifnya keluar jelas.

Dan spontan semua minta foto.

Batik mahkota laweyan foto hari itu beda.

Bukan cuma kain dipajang.

Tapi mereka pegang hasil karya sendiri.

Ekspresinya bangga banget.

Capek tapi puas.

Dan itu nggak bisa dibeli.


Gambar Batik Mahkota Laweyan

Kalau biasanya orang cuma lihat gambar batik mahkota laweyan di katalog atau dinding toko, kali ini mereka ngerti proses di baliknya.

Mereka tahu kenapa satu kain bisa mahal.

Karena tiap garis itu ada usaha.

Ada fokus.

Ada kesabaran.

Dan setelah ikut kelas, mereka nggak pernah lagi lihat batik dengan cara yang sama.

See also  Explore Pasar Triwindu Solo, Barang Antik Jaman Perang Dunia Pun Ada!!

List kecil proses yang mereka jalani hari itu:

  1. Pengenalan sejarah dan motif.
  2. Membuat pola di kain.
  3. Mencanting dengan malam panas.
  4. Pewarnaan bertahap.
  5. Proses pelorodan.
  6. Pengeringan dan evaluasi hasil.

Lengkap.

Dari nol sampai jadi.


Di sela workshop, gue sempat lihat logo Batik Mahkota Laweyan terpampang di dinding.

Simbolnya sederhana tapi kuat.

Dan entah kenapa hari itu terasa makin bermakna.

Karena logo batik mahkota laweyan bukan cuma identitas brand.

Tapi saksi proses belajar tamu gue.


Ada satu momen yang bikin gue agak terharu.

Salah satu tamu bilang pelan,

“Ternyata bikin batik itu susah ya. Gue jadi lebih menghargai.”

Dan itu.

Itu alasan kenapa gue senang bawa tamu ke sini.


Kesimpulan

Datang ke Batik Mahkota Laweyan dengan ekspektasi cuma lihat-lihat itu biasa.

Tapi datang untuk ikut batik class?

Itu pengalaman.

Capeknya dapet.

Kotor sedikit iya.

Tapi puasnya lebih besar.

Dan gue selalu bilang ke tamu sebelum pulang:

“Sekarang kalau lihat batik, jangan cuma lihat motifnya.”

Lihat prosesnya.

Lihat ceritanya.

Karena setelah sehari di Batik Mahkota Laweyan Solo, kita semua sadar…

Batik bukan cuma kain.

Tapi perjalanan.

Dan hari itu, gue nggak cuma jadi guide.

Gue ikut belajar lagi dan makin semangat buat update blog https://catatanjalanan.com/ tentunya.