Curug Sadim Subang Sagalaherang: Lokasi, Tiket Masuk 2026
Cerita perjalanan ke Curug Sadim Subang Sagalaherang, lengkap dengan lokasi, tiket masuk, camping ground, dan review terbaru.
Perjalanan ke Curug Sadim sebenarnya tidak direncanakan panjang.
Waktu itu gue lagi bawa dua tamu dari Jakarta yang ingin melihat air terjun di daerah Subang. Mereka sudah pernah ke beberapa curug di Jawa Barat, tapi belum pernah ke yang satu ini.
Di mobil salah satu tamu bilang,
“Katanya ada air terjun yang tinggi banget di Subang.”
Gue langsung tahu tempat yang dimaksud.
Curug Sadim Subang.

Dari jalan utama Sagalaherang, perjalanan menuju kawasan ini mulai terasa lebih sepi. Jalan kecil melewati hutan dan perkebunan. Udara mulai dingin dan agak lembap.
Kadang kaca mobil sedikit berkabut.
Begitu sampai di area parkir kawasan Capolaga, suara air sudah mulai terdengar dari kejauhan.
Tidak terlalu keras.
Tapi cukup jelas.
Biasanya itu tanda kita sudah dekat dengan air terjun.
Curug Sadim Subang

Curug Sadim Subang dikenal sebagai salah satu air terjun tertinggi di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Air terjun ini berada di kawasan wisata alam Capolaga yang cukup populer bagi pecinta alam.
Banyak orang datang ke wisata Curug Sadim untuk menikmati pemandangan air terjun yang tinggi dengan latar hutan yang masih cukup alami.
Beberapa hal yang membuat Curug Sadim Sagalaherang menarik antara lain:
- Tebing air terjun yang sangat tinggi
- Lingkungan hutan yang masih alami
- Udara pegunungan yang sejuk
- Area camping ground
Karena itu tempat ini cukup sering dikunjungi oleh wisatawan yang ingin mencari suasana alam yang lebih tenang dibanding tempat wisata yang ramai.
Lokasi Curug Sadim

Secara administratif, lokasi Curug Sadim berada di kawasan wisata alam Capolaga.
Alamat lengkapnya:
- Curug Sadim Cicadas
- Kecamatan Sagalaherang
- Kabupaten Subang
- Jawa Barat
Banyak orang juga menyebutnya sebagai Curug Sadim Capolaga Subang karena berada di area wisata Capolaga.
Jika dari kota Bandung, perjalanan menuju lokasi Curug Sadim Subang biasanya memakan waktu sekitar 1,5 sampai 2 jam tergantung kondisi lalu lintas.
Perjalanan menuju Sagalaherang cukup menarik karena melewati kawasan pegunungan dengan udara yang relatif sejuk.
Keindahan Curug Sadim Subang
Begitu sampai di jalur menuju air terjun, tamu gue langsung melihat tebing tinggi dengan air yang jatuh dari atas.
Airnya tidak terlalu lebar.
Tapi tinggi sekali.
Itu yang membuat Curug Sadim Subang terlihat berbeda dari banyak air terjun lain di Jawa Barat.
Airnya jatuh dari tebing tinggi yang dipenuhi tanaman hijau.
Kabut air tipis terlihat di bagian bawah air terjun.
Kadang angin membawa percikan air sampai ke jalur pengunjung.
Beberapa hal yang membuat wisata Curug Sadim Subang menarik antara lain:
- Air terjun yang sangat tinggi
- Tebing batu besar yang dramatis
- Lingkungan hutan alami
- Suasana yang cukup tenang
Salah satu tamu gue sempat berdiri cukup lama hanya melihat air terjun.
Dia bilang pelan,
“This place feels wild.”
Dan memang begitu rasanya.
Tiket Masuk Curug Sadim Subang

Sebelum masuk ke kawasan air terjun, pengunjung perlu membeli tiket masuk di area wisata Capolaga.
Harga tiket masuk Curug Sadim biasanya berkisar:
- Rp15.000 – Rp25.000 per orang
Harga tiket Curug Sadim bisa berubah tergantung hari kunjungan atau kebijakan pengelola kawasan wisata.
Biaya tersebut biasanya sudah termasuk akses ke kawasan wisata alam Capolaga yang memiliki beberapa spot alam lainnya.
Camping Curug Sadim Subang
Salah satu hal yang cukup menarik dari tempat ini adalah adanya area camping Curug Sadim.
Beberapa pengunjung datang bukan hanya untuk melihat air terjun, tetapi juga untuk bermalam di alam terbuka.
Area camping ground Curug Sadim berada tidak terlalu jauh dari kawasan air terjun.
Beberapa fasilitas yang tersedia biasanya antara lain:
- Area tenda
- Toilet umum
- Area api unggun
- Warung kecil
Karena lokasinya berada di kawasan hutan pegunungan, suasana malam di curug sadim camping ground biasanya cukup tenang.
Kadang hanya terdengar suara serangga dan aliran air dari sungai kecil di sekitar kawasan tersebut.
Curug Sadim Camping Ground
Banyak pecinta alam memilih camping di Curug Sadim karena suasana alamnya masih cukup alami.
Area camping ground Curug Sadim biasanya digunakan oleh:
- Komunitas pecinta alam
- Wisatawan yang ingin berkemah
- Kegiatan outdoor sekolah atau komunitas
Jika datang pada akhir pekan, kadang area camping cukup ramai oleh tenda.
Namun jika datang di hari kerja, suasananya jauh lebih tenang.
Foto dan Gambar Curug Sadim
Banyak pengunjung yang datang juga ingin mengambil gambar Curug Sadim atau curug sadim foto karena bentuk air terjunnya cukup unik.
Beberapa spot yang sering dijadikan lokasi foto antara lain:
- Area bawah air terjun
- Tebing dengan latar air terjun
- Jalur trekking menuju curug
- Area hutan sekitar
Karena itu banyak orang juga mencari curug sadim photos sebelum berkunjung untuk melihat seperti apa kondisi air terjun ini.
Ulasan Curug Sadim
Jika melihat berbagai ulasan Curug Sadim dari pengunjung, sebagian besar datang karena penasaran dengan tinggi air terjun yang cukup mencolok.
Beberapa hal yang sering disebut dalam ulasan Curug Sadim antara lain:
- Pemandangan air terjun yang tinggi
- Suasana alam yang masih cukup alami
- Area camping yang tersedia
- Udara pegunungan yang sejuk
Namun seperti banyak tempat wisata alam lainnya, kondisi jalur menuju air terjun kadang bisa licin terutama setelah hujan.
Tips Berkunjung ke Curug Sadim

Jika ingin berkunjung ke wisata Curug Sadim, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan:
- Menggunakan sepatu yang nyaman untuk berjalan
- Membawa air minum
- Berhati-hati jika jalur licin
- Membawa kamera untuk fotografi alam
- Menjaga kebersihan kawasan wisata
Persiapan sederhana seperti ini biasanya cukup membantu agar perjalanan lebih nyaman.
Kesimpulan
Setelah beberapa kali membawa tamu ke Curug Sadim Subang, reaksi mereka biasanya hampir sama.
Awalnya mereka datang hanya ingin melihat air terjun.
Tapi begitu sampai di depan tebing tinggi dengan air yang jatuh dari atas…
suasananya terasa lebih liar dan alami dibanding banyak tempat wisata lain.
Kadang orang hanya berdiri beberapa menit.
Melihat air jatuh dari tebing.
Mendengar suara alam.
Dan momen sederhana seperti itu sering menjadi bagian paling diingat dari perjalanan.



