Pura Ulun Danu Bedugul: Sejarah, Lokasi, Tiket Masuk 2026
Cerita perjalanan wisata ke Pura Ulun Danu Bedugul di Danau Beratan Bali, lengkap dengan lokasi, tiket masuk, dan tips berkunjung.
Pura Ulun Danu Bedugul

Hari itu gue lagi bawa dua tamu dari Jerman keliling Bali tengah.
Pagi masih agak dingin waktu kita naik mobil dari Ubud. Jalan mulai menanjak pelan-pelan. Kabut tipis kadang lewat di antara pohon besar di pinggir jalan.
Salah satu tamu gue buka jendela mobil.
Dia tarik napas panjang.
“Smells like forest.”
Gue cuma senyum.
“Iya… kita sudah mulai masuk daerah Bedugul.”
Tujuan kita pagi itu adalah Pura Ulun Danu Bedugul, pura yang berdiri di tepi Danau Beratan. Banyak tamu biasanya sudah pernah lihat fotonya sebelumnya. Pura yang kelihatan seperti mengapung di atas air itu.
Tapi anehnya, hampir semua tamu yang gue bawa ke sana selalu bilang hal yang sama.
Foto di internet tidak benar-benar menggambarkan suasananya.
Karena begitu sampai di sana, ada banyak hal kecil yang baru terasa.
Udara yang dingin.
Kabut yang kadang turun perlahan.
Suara air danau yang tenang.
Dan suasana yang jauh lebih sunyi dibanding Bali bagian selatan.
Sejarah Pura Ulun Danu Bedugul

Begitu sampai di area parkir, tamu gue langsung lihat danau yang luas dengan pura di tepinya.
Mereka berhenti sebentar.
Diam.
Biasanya momen itu selalu terjadi.
Karena dari jauh Pura Ulun Danu Bedugul memang terlihat sangat unik. Bangunannya seperti berdiri tepat di atas air.
Salah satu tamu lalu nanya.
“Is this a very old temple?”
Gue jelaskan sedikit sejarahnya sambil jalan pelan menuju area taman.
Pura Ulun Danu Beratan dibangun sekitar abad ke-17 oleh Raja Mengwi, I Gusti Agung Putu.
Pura ini didedikasikan untuk Dewi Danu, yaitu dewi air dalam kepercayaan Hindu Bali.
Air dari Danau Beratan punya peran penting bagi pertanian di banyak daerah Bali. Jadi pura ini bukan sekadar bangunan keagamaan biasa.
Tempat ini berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Nama Ulun Danu sendiri berasal dari dua kata dalam bahasa Bali:
- Ulun berarti hulu atau sumber
- Danu berarti danau
Artinya kurang lebih “sumber air dari danau”.
Maknanya cukup dalam sebenarnya.
Karena di Bali, air selalu dianggap bagian penting dari keseimbangan alam.
Kadang waktu menjelaskan ini ke tamu, gue sendiri juga jadi ikut mikir.
Betapa banyak kehidupan yang bergantung pada air dari danau ini.
Lokasi Pura Ulun Danu Bedugul

Kawasan Pura Ulun Danu Bedugul berada di daerah pegunungan Bali tengah.
Alamatnya ada di:
- Desa Candikuning
- Kecamatan Baturiti
- Kabupaten Tabanan
- Bali
Danau Beratan sendiri berada sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut.
Makanya udara di sini berbeda sekali dengan Bali selatan.
Kadang tamu yang datang dari daerah pantai langsung kaget.
“Wow… it’s cold.”
Dan memang benar.
Udara di sini bisa sekitar 18 sampai 24 derajat.
Kalau pagi hari kadang lebih dingin lagi.
Perjalanan menuju tempat ini biasanya sekitar:
- 1,5 jam dari Denpasar
- 2 jam dari Seminyak
- 1,5 jam dari Ubud
- 1 jam dari Singaraja
Jalan menuju Bedugul sebenarnya cukup menyenangkan.
Di beberapa titik kita bisa lihat perkebunan stroberi, sayuran, dan hutan pinus.
Kadang gue sengaja melambatkan mobil sedikit.
Biar tamu bisa lihat pemandangan di kiri kanan jalan.
Keunikan Pura Ulun Danu Beratan

Begitu masuk area taman, pemandangan danau langsung terbuka luas.
Dan di sisi kanan, berdiri Ulun Danu Beratan Temple dengan meru bertingkatnya.
Tamu gue langsung ambil kamera.
Klik.
Klik lagi.
Pura ini memang punya beberapa hal yang membuatnya berbeda dari pura lain di Bali.
- Lokasinya berada di tepi Danau Beratan
- Bangunan meru bertingkat yang khas
- Pemandangan refleksi pura di permukaan air danau
- Suasana kabut tipis di pagi hari
- Taman yang tertata rapi di sekitar area pura
Kadang kalau datang pagi sekali, danau terlihat seperti kaca.
Airnya tenang.
Refleksi pura terlihat sangat jelas.
Salah satu tamu gue bahkan sempat berdiri cukup lama hanya melihat danau.
Tidak foto.
Tidak bicara.
Cuma lihat.
Dan momen seperti itu sering terjadi di sini.
Arsitektur Pura Ulun Danu Bedugul

Bangunan paling terkenal di kawasan ini adalah meru bertingkat sebelas.
Meru itu berdiri tepat di tepi danau.
Dari jauh bentuknya sangat khas.
Hitam.
Tinggi.
Berlapis.
Struktur pura biasanya dibagi menjadi beberapa area seperti pura Bali pada umumnya.
- Nista Mandala (halaman luar)
- Madya Mandala (halaman tengah)
- Utama Mandala (area utama pemujaan)
Tidak semua area bisa dimasuki wisatawan.
Beberapa bagian memang khusus untuk kegiatan keagamaan.
Kadang kalau beruntung, pengunjung juga bisa melihat upacara kecil di pura.
Tamu biasanya langsung berhenti dan melihat dengan penasaran.
Bukan karena turistik.
Tapi karena terasa sangat autentik.
Aktivitas Wisata di Pura Ulun Danu Bedugul

Biasanya setelah jalan mengelilingi pura, tamu mulai santai menikmati suasana.
Ada beberapa aktivitas yang sering dilakukan wisatawan di kawasan Danau Beratan ini.
Berfoto dengan latar pura
Ini hampir selalu terjadi.
Setiap tamu pasti ingin foto dengan latar Pura Ulun Danu Bedugul.
Kadang mereka bergantian foto.
Kadang minta gue jadi fotografer.
Dan jujur saja…
gue sudah hafal sudut foto terbaik di sana.
Berkeliling Danau Beratan dengan perahu
Di danau tersedia beberapa jenis perahu yang bisa disewa.
- Perahu kayuh
- Perahu motor
- Speed boat
Kadang tamu memilih naik perahu supaya bisa melihat pura dari tengah danau.
Dari sana perspektifnya benar-benar berbeda.
Menikmati taman di sekitar pura

Area taman di sekitar pura cukup luas.
Banyak bunga.
Rumput rapi.
Beberapa bangku juga tersedia.
Kadang tamu duduk sebentar di sini.
Sekadar menikmati udara dingin.
Menikmati udara pegunungan Bedugul
Hal sederhana tapi sering disukai tamu.
Udara di Bedugul terasa bersih.
Segar.
Kadang cuma duduk beberapa menit saja sudah terasa cukup menyenangkan.
Harga Tiket Masuk Pura Ulun Danu Bedugul

Biasanya sebelum masuk area wisata, tamu juga bertanya soal tiket.
Harga tiket Pura Ulun Danu Bedugul biasanya sekitar:\
- Wisatawan domestik: Rp30.000 – Rp40.000
- Wisatawan mancanegara: Rp50.000 – Rp75.000
Tiket ini sudah termasuk akses ke area taman dan kawasan pura yang dibuka untuk wisatawan.
Pembayarannya cukup mudah.
Loketnya ada di pintu masuk utama.
Biasanya antreannya juga tidak terlalu lama kecuali saat musim liburan.
Waktu Terbaik Mengunjungi Pura Ulun Danu Bedugul

Dari pengalaman membawa tamu ke sini berkali-kali, ada beberapa waktu yang menurut gue paling enak untuk datang.
Pagi hari
Pagi sekitar jam 8 atau 9 biasanya paling nyaman.
Udara masih dingin.
Kabut tipis kadang muncul di atas danau.
Dan pengunjung belum terlalu ramai.
Musim kemarau
Kalau cuaca cerah, pemandangan danau dan pegunungan terlihat lebih jelas.
Foto juga biasanya lebih bagus.
Hari kerja
Akhir pekan biasanya lebih ramai.
Kalau datang di hari kerja, suasana terasa lebih santai.
Tips Berkunjung ke Pura Ulun Danu Bedugul

Ada beberapa hal kecil yang biasanya gue sarankan ke tamu sebelum datang ke sini.
- Membawa jaket ringan karena udara cukup dingin
- Datang pagi untuk menikmati suasana lebih tenang
- Menggunakan sepatu yang nyaman untuk berjalan
- Membawa kamera karena pemandangan sangat fotogenik
- Menghormati area suci pura saat berkunjung
Tips sederhana.
Tapi cukup membantu supaya perjalanan terasa lebih nyaman.
FAQ Pura Ulun Danu Bedugul
Dimana lokasi Pura Ulun Danu Bedugul?
Pura ini berada di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, tepat di tepi Danau Beratan.
Berapa harga tiket masuk Ulun Danu Beratan Temple?
Sekitar Rp30.000 – Rp40.000 untuk wisatawan domestik dan Rp50.000 – Rp75.000 untuk wisatawan mancanegara.
Apa yang membuat Pura Ulun Danu Bedugul terkenal?
Karena lokasinya di tepi Danau Beratan sehingga pura terlihat seperti mengapung di atas air.
Kapan waktu terbaik berkunjung?
Pagi hari biasanya paling nyaman karena udara sejuk dan pengunjung belum terlalu ramai.
Kesimpulan
Setiap kali membawa tamu ke Pura Ulun Danu Bedugul, reaksinya hampir selalu sama.
Awalnya mereka cuma ingin melihat pura di danau.
Tapi setelah berjalan di taman, melihat kabut di atas air, dan merasakan udara dingin Bedugul…
tempat ini terasa berbeda.
Lebih tenang.
Lebih pelan.
Kadang perjalanan wisata memang bukan soal tempatnya saja.
Tapi juga soal suasana yang kita rasakan saat berada di sana.



