retro sanur

Retro Sanur, Menu, Lokasi & Review 2026 Plus Nemenin Tamu


Lagi cari Retro Sanur menu? Ini cerita gue nemenin tamu nongkrong di Retro Sanur Bali, dari makanan favorit sampai suasana Teras Retro Sanur yang santai.

Sanur itu punya ritme yang beda.

Kalau lo habis dari Seminyak atau Canggu, terus pindah ke Sanur… rasanya kayak pindah tempo hidup.

Lebih pelan.

Lebih santai.

Dan jujur, itu salah satu alasan kenapa gue sering bawa tamu ke sini.

Beberapa hari lalu gue lagi nemenin tamu yang udah seharian keliling Bali.

Dari pagi kita ke Ubud.

Sore turun lagi ke Sanur.

Capek?

Lumayan.

Tapi tamu gue tiba-tiba bilang di mobil,

“Gue pengen nongkrong yang santai aja malam ini.”

Bukan beach club.

Bukan bar yang rame.

Cuma tempat yang enak buat duduk.

Ngobrol.

Dan makan sedikit.

Akhirnya gue kepikiran satu tempat.

Retro Sanur.

Cafe ini udah beberapa kali gue lihat waktu lewat Jalan Danau Tamblingan.

Lampu neon retro.

Motor klasik di depan.

Dan suasana yang beda dari cafe lain di Sanur.

Begitu kita sampai, tamu gue langsung berhenti sebentar di depan pintu.

Dia lihat dekorasinya.

Terus ketawa kecil.

“Ini lucu banget tempatnya.”

Dan malam itu kita duduk cukup lama di sana.

Ngobrol.

Makan.

Dan lihat orang lalu lalang di jalan Sanur.

Kalau lo lagi cari informasi tentang retro sanur menu, suasana tempat, sampai review pengunjung, gue ceritain semuanya di sini.

Karena gue baru aja ngalamin langsung.


Sedikit Tentang Retro Sanur Bali

retro sanur terbaru
retro sanur terbaru

Retro Sanur sebenarnya bukan cafe besar.

Tapi justru itu yang bikin tempat ini terasa hangat.

Letaknya di kawasan Jalan Danau Tamblingan, salah satu jalan paling hidup di Sanur.

Di kiri kanan jalan ada restoran, toko kecil, dan hotel.

Waktu malam, lampu jalan menyala.

Orang-orang jalan kaki santai.

Suasana khas Sanur banget.

Begitu masuk ke Retro Sanur Bali, yang pertama langsung terasa adalah konsepnya.

Vintage.

Retro.

Agak seperti kembali ke era 80-an atau 90-an.

Ada lampu neon warna-warni.

Poster klasik.

Motor tua yang dijadikan dekorasi.

Beberapa kursi dan meja juga punya desain yang old-school.

Tamu gue langsung muter kepala lihat sekeliling.

Dia bilang,

“Tempat ini kayak cafe di film lama.”

See also  Munduk Waterfall Bali: Panduan,Trek, Entrance Fee 2026!

Gue cuma ketawa.

Tapi memang benar.

Retro Sanur punya karakter yang cukup kuat dibanding banyak cafe lain di sekitar Sanur.

Beberapa hal yang bikin tempat ini menarik:

  • Desain interior vintage
  • Suasana santai khas Sanur
  • Menu makanan dan minuman yang cukup lengkap
  • Area outdoor yang nyaman
  • Banyak spot foto menarik

Bahkan sebelum kita pesan makanan, tamu gue sudah sibuk ambil foto.

Lampu neon di dinding.

Motor klasik di pojok.

Dan papan tulisan retro di bar.

Kalau lo lihat retro sanur photos di Instagram, banyak foto diambil dari spot yang sama.


Retro Sanur Menu yang Wajib Dicoba

retro sanur menu terbaru
retro sanur menu terbaru

Begitu duduk, hal pertama yang tamu gue lakukan adalah buka menu.

Dia langsung bilang,

“Lumayan juga menunya.”

Memang.

Retro Sanur menu cukup variatif.

Ada makanan berat.

Ada snack.

Ada kopi.

Ada minuman santai buat nongkrong malam.

Dan jujur, itu cocok banget buat suasana Sanur yang nggak terlalu terburu-buru.

Menu di sini biasanya dibagi ke beberapa kategori.

1. Menu Makanan Utama

Waktu itu kita datang sekitar jam delapan malam.

Tamu gue sebenarnya belum makan malam.

Jadi dia langsung cari makanan yang agak berat.

Beberapa menu yang tersedia antara lain:

  • Nasi goreng spesial
  • Mie goreng retro
  • Chicken steak
  • Beef burger
  • Pasta carbonara
  • Spaghetti bolognese

Tamu gue akhirnya pilih chicken steak.

Sementara gue pesan nasi goreng.

Waktu makanan datang, aromanya langsung terasa.

Ayam steaknya disajikan dengan saus yang cukup creamy.

Kentang di sampingnya masih panas.

Tamu gue langsung potong sedikit.

Terus bilang,

“Ini enak.”

Nasi goreng gue juga nggak kalah.

Bumbu cukup terasa.

Ada telur.

Dan porsinya lumayan.

Menu seperti ini cocok buat makan malam santai setelah keliling Sanur seharian.


2. Menu Snack dan Cemilan

Setelah makan utama, biasanya orang masih ingin ngemil.

Apalagi kalau ngobrolnya panjang.

Retro Sanur juga punya cukup banyak pilihan snack.

Beberapa yang sering dipesan pengunjung:

  • French fries
  • Onion rings
  • Chicken wings
  • Nachos
  • Toast sandwich

Meja sebelah kita pesan chicken wings.

Baunya sampai ke meja kita.

Tamu gue langsung lihat ke arah sana.

Dia bilang,

“Kayaknya kita harus pesan itu juga.”

Akhirnya kita pesan satu porsi.

Dan benar saja.

See also  Caldera Hotel & Restaurant Kintamani, Info Update Terbaru 2026

Chicken wings-nya cukup juicy.

Sausnya agak manis dan sedikit pedas.

Cocok banget dimakan sambil ngobrol santai.


3. Menu Minuman Favorit

Karena kita datang malam hari, minuman juga jadi bagian penting.

Retro Sanur menu minumannya cukup banyak.

Mulai dari kopi sampai minuman santai buat nongkrong malam.

Beberapa pilihan minuman di sana antara lain:

  • Coffee latte
  • Cappuccino
  • Iced coffee
  • Fresh juice
  • Milkshake
  • Mojito
  • Beer dan cocktail

Tamu gue pesan mojito.

Minuman dingin dengan daun mint yang aromanya langsung terasa.

Gelasnya dingin.

Es batu berderak pelan.

Gue sendiri pilih iced coffee.

Karena jujur, habis seharian keliling Bali badan agak capek.

Kopi dingin itu lumayan menyegarkan.

Minuman seperti ini memang cocok dengan udara Sanur yang masih hangat di malam hari.


Teras Retro Sanur: Area Nongkrong Paling Favorit

Salah satu bagian yang paling gue suka dari tempat ini adalah Teras Retro Sanur.

Area ini berada di bagian depan cafe.

Semi outdoor.

Jadi masih terasa angin malam dari jalan.

Meja-meja di teras cukup ramai waktu kita datang.

Beberapa turis duduk santai.

Ada yang minum bir.

Ada yang ngobrol.

Ada juga yang cuma lihat lalu lintas jalan Sanur.

Beberapa keunggulan teras retro sanur yang gue rasakan langsung:

  • Area duduk cukup luas
  • Angin malam terasa enak
  • Cocok buat nongkrong lama
  • Suasananya santai banget

Tamu gue bilang satu hal yang cukup menarik.

Dia bilang,

“Kalau di sini duduk sejam juga nggak kerasa.”

Dan memang begitu.

Kadang tempat nongkrong yang enak itu bukan yang paling mewah.

Tapi yang suasananya bikin orang betah duduk lama.


Retro Sanur Reviews dari Pengunjung

retro sanur photos
retro sanur photos

Kalau lo lihat retro sanur reviews di internet, kebanyakan memang cukup positif.

Dan setelah gue datang sendiri ke sana, gue bisa paham kenapa.

Beberapa hal yang sering disebut pengunjung antara lain:

Suasana unik

Konsep retro membuat tempat ini terasa beda dari cafe lain di Sanur.

Banyak orang datang karena desainnya.

Harga cukup terjangkau

Menu di sini masih cukup ramah dibanding beberapa cafe lain di Bali.

Tempat foto yang menarik

Banyak orang datang khusus untuk mengambil retro sanur photos.

Lampu neon dan dekorasi vintage jadi spot favorit.

See also  Pura Ulun Danu Bedugul: Sejarah, Lokasi, Tiket Masuk 2026

Cocok untuk nongkrong

Tempat ini bukan tipe cafe yang bikin orang buru-buru pulang.

Suasananya santai.

Dan itu cocok dengan karakter Sanur.


Spot Foto Retro Sanur Photos yang Instagramable

Tamu gue termasuk orang yang cukup aktif di Instagram.

Jadi setelah makan, dia mulai keliling cafe sedikit.

Cari spot foto.

Dan ternyata memang cukup banyak sudut menarik di sana.

Beberapa spot yang sering muncul dalam retro sanur photos antara lain:

  • Dinding dengan dekorasi vintage
  • Motor klasik di depan cafe
  • Lampu neon dengan tulisan retro
  • Area teras outdoor
  • Interior cafe dengan nuansa klasik

Satu foto yang dia ambil cukup keren.

Dia berdiri di depan lampu neon merah.

Lampunya memantul di meja kayu.

Background-nya motor klasik.

Dia lihat hasilnya di layar HP.

Terus bilang,

“Ini kalau gue upload pasti banyak yang nanya.”

Dan gue nggak kaget.

Karena tempatnya memang cukup fotogenik.


Kenapa Retro Sanur Wajib Dikunjungi

Setelah duduk hampir dua jam di sana, gue mulai paham kenapa tempat ini cukup populer.

Beberapa alasan kenapa Retro Sanur Bali sering jadi pilihan nongkrong:

  • Konsep retro yang beda dari cafe lain
  • Menu makanan dan minuman cukup variatif
  • Harga masih relatif terjangkau
  • Banyak spot foto menarik
  • Suasana santai khas Sanur

Tempat ini cocok untuk banyak situasi.

Bisa buat makan malam santai.

Bisa buat nongkrong dengan teman.

Atau sekadar duduk sambil menikmati malam Sanur.


Kesimpulan

Malam itu kita pulang cukup larut.

Lampu jalan Sanur masih menyala.

Beberapa orang masih jalan kaki di trotoar.

Tamu gue masuk mobil sambil bilang,

“Tempat tadi enak banget.”

Dan jujur, gue setuju.

Retro Sanur bukan cafe besar yang mewah.

Tapi justru itu yang bikin tempat ini terasa santai.

Dengan pilihan retro sanur menu yang cukup lengkap, suasana nongkrong di teras retro sanur, serta banyak spot foto menarik untuk retro sanur photos, tempat ini jadi salah satu cafe yang menyenangkan untuk dikunjungi.

Kalau lo lagi di Sanur dan pengen nongkrong santai tanpa suasana terlalu ramai…

Tempat ini layak dicoba.

Kadang yang kita butuhkan cuma meja kecil.

Minuman dingin.

Dan waktu buat ngobrol pelan.

Sanur selalu punya tempat seperti itu.